Entah kenapa, akhir-akhir ini semakin banyak saya liat temen-temen yang mulai menggunakan medsosnya sebagai lahan dagangannya. Padahal dulu mereka pakai medsos cuma buat update konten yang kurang ber-faedah. Curhat, galau, marah-marah, kzl, foto selfie, umbar kekayaan bapaknya dan masih banyak lagi. Yah, itu kan masa lalu. Tapi sekarang? Satu per satu mereka mulai sadar bahwa yang namanya mencari uang itu gak semudah naik kelas dari TK A ke TK B. Media sosial pun mereka ‘paksa’ sebagai ajang pencari nafkah. Mulai dari promosi masker sampai fidget spinner. Gak ada yang salah sampai sini. Menurut saya pribadi, media sosial emang sebaiknya dimanfaatkan buat hal-hal positif semacam ini. Namun ada satu hal yang meresahkan saya ketika mereka mulai bergerak ke bisnis online. Balik lagi ke kalimat sebelumnya. Media sosial pun mereka ‘paksa’ sebagai ajang pencari nafkah. Ada kata paksa di situ. Seolah-olah promosi yang mereka lakukan itu hanya sekedar m...
Sebuah ide untuk berinovasi.